Jumat, 05 Agustus 2016

Cinta

Hai diary, 

Hari ini aku ingin bercerita tentang kisah cintaku. Aku pertama kali jatuh cinta di umurku yang sudah tidak remaja yaitu saat aku awal kelas tiga SMK. Di Umurku yang ke 17 aku baru berani mengenal laki-laki, aku mulai tidak takut berteman. Sampai akhirnya aku punya seorang pacar .... yeeeeee..... 

Sebenarnya aku sudah pernah tahu dia saat masih kecil dulu kalau tidak salah saat kita masih SD, karena dia adalah saudara dari tetanggaku, namun pada saat itu kita tidak saling mengenal dan tidak saling menyapa. Sampai pada akhirnya aku dikenalkan oleh teman satu kelasku di SMK. Dari situ kita ngobrol, ketemu dan saling menuji satu sama lain hingga kita memutuskan berpacaran. 

Baru sekiatar satu minggu kita jadian sudah ada masalah yang timbul. Waktu itu ada acara syukuran kenaikan kelas di rumahnya, aku juga diundang  dan hadir. Saat itulah orang tuanya tahu kalau aku ada hubungan dengan dia, karena semua yang hadir di acara itu adalah teman sekolah dan teman dekat yang orang tuanya kenal. Keesokan harinya dia bercerita kalau kata orang tuanya kita masih ada hubungan saudara. Disitu hati ku hancur dan langsung bertanya pada orang tuaku karena setahuku keluarga kami berteman. Namun kata keluargaku kita hanya saudara jauh dan masih bisa melanjutkan hubungan ini.
lega rasanya mendengar perkataan orang tuaku. huuuuuuh.......

Kita Jalani hubungan kita sampai hampir satu tahun, namun larangan datang kembali dari orang tuanya dari kita masih saudara, karena masih sekolah dan masih banyak lagi. Setelah itu kita memutuskan untuk backstreet dari orang tua dia dan kita bisa bertahan 1 tahun lagi dari semua masalah itu. Tapi masalah kembali datang, bedanya ini dari keluargaku. Setelah di telusuri dengan seksama dan dalam tempo yang lumanyan lama ternyata kita masih ada hubungan saudara besan (tumpang tindih) yang menurut adat jawa tidak boleh dilanjutkan untuk pernikahan. Selain itu masih banyak larangan untuk kita melanjudkan ke pernikahan jika memakai adat jawa. Setelah semua kejadian itu kita lebih tidak sepaham dari sebelunya
sering bertengkar karena masalah itu. Namun kita tetap menjalin hubungan meski hampir setiap hari bertengkar......

Sampai di suatu titik jenuh ada kejadian yang membuat dia drop total yaitu ditinggalkan untuk selamanya oleh ayah tercintanya. Dan aku pun tak bisa banyak menghiburnya hingga satu tahun berselang hubungan kita masih sama, malah lebih renggang. Hingga di suatu waktu dia berkata "mungkin benar kata keluarga kita, kita tak jodoh, carilah laki-laki lain yang pantas mendampingi kamu". 

Setelah kesepakatan perpisah itu hari-hariku jadi nggak jelas. Sering ngelamun, marah sama diri sendiri, marah sama keluarga sampai muka ku menjadi kelihatan lebih menua. Meskipun perpisahan ini demi kebaikan kita berdua, di dalam hati aku masih tak bisa terima.

Kenangan terindah bersamanya masih tersimpan di dalam hati, selalu ada keinginan untuk kembali padanya namun dia selalu mengingatkan ku "KITA TAK KAN BISA BERSAMA"

 ...........................


Setelah berakhirnya hubungan ku bersama pacar pertama ku dan dengan berbagai macam perjuangan untuk melupakannya, akhirnya aku bisa jatuh cinta lagi. Dia tinggi dan tampan serta baik. aku mengenalnya dari awal aku pindah ke tempat kerjaku sekarang yang artinya sudah 2 tahun aku mengenalnya. Awalnya kita tak pernah bisa akrab setiap kali kita bertemu hanya ada saling ejek dan membuli satu sama lain, kita juga tak pernah tukar kontak. 

Hingga akhirnya beberapa waktu belakangan ini kita lebih akrab, dia sering main ketempat kerjaku, hampir tiap hari kita kontek-kontekan lewat bbm dan dari situ aku mulai menyukainya. sampai aku diajak lan bareng ke pantai, seneng banget rasanya. Satu hari itu aku bener-bener bahagia dan seperti menganggap dia pacar 1 hari ku....hehehe.

Semakin lama aku semakin nyaman bersama dia. Dalam hai ini memang aku yang lebih mendekatkan diri ke dia karena dalam otakku sudah tertanam "aku harus move on, jangan langi tangisi masa lalu". Maka dari itu aku berusaha untuk memberi perhatian lebih padanya. sampai disuatu obrolan aku mengungkapkan apa yang aku rasakan bahwa "aku nyaman sama dia" tapi aku belum tau apakah kenyamanan itu juga rasa sayang sama dia. Namun dalam obrolan itu dia mengungkapakan kalau sebenernya dia nyaman dan juga sayang sama aku tapi dia belum siap untuk pacaran. Entah apa yang dipikirannya waktu itu karena saat itu memang aku belum mengenalnya lebih jauh. 

Seminggu setelah perbincangan itu, gak tau dia lagi kesambet setan apa tepatnya pas malam takbiran bahwa dia sayang sama aku juga nyaman dan meminta aku jadi pacarnya. sebelum aku menjawabnya, aku bertanya kepadanya "kenapa sekarang kamu nembak aku, bukannya kamu belum siap pacaran?" dan dia menjawab "aku udah terlanjur sayang sama kamu dan jika tidak aku ungkapkan dan memberi status jelas, aku takut nantinya menyesal". Lama dari semua obrolan itu akhirnya aku menerimanya. Yeeeeee.... Akhirnya aku nggak jomblo lagi.......

Hari kedua lebaran aku silaturahmi kerumahnya dan itu pertama kalinya aku kesama dan kebetulan keluarganya sedang sibuk untuk mengurus acara reoni keluarga keesikan harinya. Disana aku canggung, aku hanya bisa bertemu dengan dia, keponakan dan juga budenya. Dua minggu setelah itu aku ke rumahnya lagi (#modus), waktu itu aku bisa bertemu iku dan kakaknya aku masih canggung dan salah tingkah tapi dia nenangin aku.

Hari-hari kita jalani seperti biasa, jika dia libur kerja pasti datang ke tempat kerjaku dan jika ada acara aku juga diajak. ku isi hari-hari bahagia bersama dia kita gak pernak bertengkar, kita selalu bercanda dan tertawa sampai aku terfikir sepertinya kita gak mungkin pisah.

Namun yang aku sangka selama ini salah ternyata kita tetap bisa berpisah. permasalahan ini bukan datang dari permasalahan pribadi kita namun datang dari orang tuanya. Permasalahan ini berawal dari perbincangannya bersama orang tuanya (aku tidak tau alasan pastinya) tapi intinya dia gak boleh sama aku lagi, itu yang dia jelaskan setelah berkata "SEPERTINYA KITA TIDAK BISA LANJUT LAGI". Air mataku berlinang seketika saat itu, sembari berfikir apa salahku? 
memang sebelum kejadian itu dia tak ada kabar dan hanya bilang aku lagi banyak pikiran. 

Dalam hatiku selalu bertanya kenapa kamu tak memperjuangkan semua dulu sebelum membuat keputusan? Kenapa tanpa tau apa masalahnya kamu langsung memutuskan? selalu itu yang ada di benakku. Sering kali aku menyalahkan diriku sendiri "apa yang salah dari aku hingga setiap kali aku punya pasangan berakhir karena restu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar